https://ojs.shafwatulquraniyyah.my.id/index.php/talanoa/issue/feedTalanoa: Journal of Education, Economics, and Humanities2026-10-27T13:16:49+00:00Muhammad Ryan Maulana, M.Pd.qshafwatul@gmail.comOpen Journal Systems<main style="max-width: 1000px; margin: 0 auto; background-color: #f8f9fa; padding: 25px; border-radius: 10px; box-shadow: 0 4px 20px rgba(0,0,0,0.08);"> <section style="display: flex; flex-wrap: wrap; gap: 25px; margin-bottom: 25px; align-items: flex-start;" aria-labelledby="journalHeader"> <div style="flex: 0 0 350px; margin: 0 auto;"><img style="width: 322px; height: 455px; border-radius: 10px; border: 1px solid #e0e0e0; box-shadow: rgba(0, 0, 0, 0.1) 0px 4px 12px; object-fit: contain;" src="https://ojs.shafwatulquraniyyah.my.id/public/site/images/admin/cover-talanoa-1.png" alt="Cover Jurnal Hijra" /></div> <!-- JOURNAL INFO --> <article style="flex: 1; min-width: 300px; background-color: white; padding: 20px; border-radius: 10px; box-shadow: 0 3px 10px rgba(0,0,0,0.05);"><header> <h1 id="journalHeader" style="color: #d17a22; margin: 0 0 5px 0; font-size: 1.8rem; font-weight: 600;"><strong>Talanoa</strong></h1> <h2 style="color: #424242; margin: 0 0 15px 0; font-size: 1.2rem; font-weight: 500; border-bottom: 2px solid #d17a22; padding-bottom: 8px;"><strong>Journal of Education, Economics, and Humanities</strong></h2> </header> <div style="display: grid; grid-template-columns: 130px 1fr; gap: 8px; align-items: center; font-size: 1.05rem;"> <div style="font-weight: 600; color: #424242; padding: 4px 0;">Frekuensi:</div> <div style="padding: 4px 0;">2 Issues per Year (January, July)</div> <div style="font-weight: 600; color: #424242; padding: 4px 0;">DOI:</div> <div style="padding: 4px 0;">Prefix oleh <a style="text-decoration: none; color: #d17a22;" href="https://search.crossref.org/search/works?q=" target="_blank" rel="noopener"> <img style="vertical-align: middle; margin-left: 4px;" src="https://ojs.shafwatulquraniyyah.my.id/public/site/images/admin/s.id-logo.png" alt="Crossref" width="90" height="28" /> </a></div> <div style="font-weight: 600; color: #424242; padding: 4px 0;">E-ISSN:</div> <div style="padding: 4px 0;"><strong><a style="color: #d17a22; text-decoration: none;" href="#" target="_blank" rel="noopener">xxxx-xxxx (Online)</a></strong></div> <div style="font-weight: 600; color: #424242; padding: 4px 0;">Indeksasi :</div> <div style="padding: 4px 0;"><a href="#" target="_blank" rel="noopener"><strong>Google Scholar</strong></a><strong> | Garuda | Copernicus</strong></div> <div style="font-weight: 600; color: #424242; padding: 4px 0;">Editor in Chief:</div> <div style="padding: 4px 0;">M. Ryan Maulana, M.Pd.</div> <div style="font-weight: 600; color: #424242; padding: 4px 0;">Publisher:</div> <strong>PonPes Shafwatul Qur’aniyyah</strong></div> </article> </section> </main> <p style="text-align: justify; line-height: 1.7; color: #495057; font-size: 1.05rem; background-color: #ffffff; padding: 22px 25px; border-radius: 12px; border-left: 4px solid #d17a22; box-shadow: 0 4px 12px rgba(0,0,0,0.01); margin: 0;"><strong>Talanoa: Journal of Education, Economics, and Humanities</strong> is an open access and peer-reviewed academic journal published by PonPes Shafwatul Qur’aniyyah. The journal provides an international platform for researchers, academics, practitioners, policymakers, and professionals to publish original research articles, literature reviews, and theoretical studies in the fields of education, economics, and the humanities. Emphasizing interdisciplinary and multidisciplinary perspectives, the journal welcomes contributions that advance knowledge, foster innovation, and address contemporary issues across its areas of focus. It is published semi-annually <strong>(January and July)</strong> in an online format. All manuscripts submitted to the journal must be written in Indonesian or English.</p>https://ojs.shafwatulquraniyyah.my.id/index.php/talanoa/article/view/7Pendidikan Islam pada Masa Kolonial di Indonesia: Dari Pesantren Tradisional Hingga Madrasah Modern2026-10-24T07:48:19+00:00Siti Shabrinasitishabrina02@gmail.comZahra Aisyah Rahmatiazahraaisyahrnini@gmail.com<p>Artikel ini membahas perkembangan pendidikan Islam di Indonesia pada masa pemerintahan kolonial<br>Belanda, mulai dari pendidikan tradisional berbasis pesantren, surau, dan meunasah hingga lahirnya<br>madrasah dan sekolah Islam modern pada awal abad ke-20. Pembahasan mencakup kebijakan<br>pemerintah kolonial terhadap pendidikan Islam, respons umat Islam melalui pembaruan pendidikan,<br>peran organisasi Islam seperti Muhammadiyah, Nahdlatul Ulama, Sumatera Thawalib, Al-Irsyad,<br>Persis, Perti, dan Al-Jam'iyatul Washliyah, serta peran perempuan dan hubungan pendidikan Islam<br>dengan pergerakan nasional. Kajian ini menggunakan metode studi pustaka dengan pendekatan historis.<br>Hasil kajian menunjukkan bahwa kebijakan kolonial yang diskriminatif dan pengawasan ketat justru<br>mendorong umat Islam melakukan pembaruan dan memperkuat institusi pendidikan mandiri yang<br>menjadi fondasi pendidikan Islam di Indonesia hingga kini.</p>2026-10-26T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Shabrina et al. https://ojs.shafwatulquraniyyah.my.id/index.php/talanoa/article/view/11Pendidikan Islam pada Masa Reformasi di Indonesia2026-10-27T13:16:49+00:00Fitri Nurhidayah2503020048@students.ac.idMar’atuz Zulfa2503020047@students.ac.id<p>Artikel ini mengkaji perkembangan pendidikan Islam di Indonesia sejak Reformasi 1998 menggunakan metode studi pustaka kualitatif-deskriptif. Hasil kajian menunjukkan bahwa Reformasi memperluas ruang bagi pendidikan Islam melalui Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, yang mengakui berbagai lembaga pendidikan Islam. Kebijakan desentralisasi, anggaran pendidikan, standar nasional, sertifikasi pendidik, dan pembaruan kurikulum turut mendorong perkembangan madrasah, pesantren, dan perguruan tinggi Islam. Pengakuan negara terhadap pesantren diperkuat melalui Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2019. Namun, tantangan berupa mutu pendidikan, pembiayaan, keterbatasan sumber daya, dan kesenjangan pelaksanaan kebijakan masih perlu diatasi.</p>2026-10-30T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Nurhidayah et al. https://ojs.shafwatulquraniyyah.my.id/index.php/talanoa/article/view/8Pendidikan pada Masa Orde Baru di Indonesia2026-10-26T11:16:49+00:00Dwi Astuti2503020089@students.unis.ac.idMarsya Tuhfatul Riski 2503020025@students.unis.ac.id<p>Penelitian ini mengkaji perkembangan pendidikan Islam di Indonesia pada masa Orde Baru (1966–1998), khususnya dinamika kebijakan negara terhadap madrasah, pesantren, dan perguruan tinggi Islam. Latar belakang kajian ini adalah adanya ketegangan antara kontrol politik rezim yang sentralistik dan upaya umat Islam memperkuat identitas serta kelembagaan pendidikannya. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kepustakaan (library research) dan analisis historis-kebijakan. Hasil kajian menunjukkan bahwa pada awal Orde Baru madrasah masih dipandang sebagai lembaga otonom di luar sistem pendidikan nasional. Posisi ini bergeser melalui kebijakan formal seperti SKB Tiga Menteri 1975 dan puncaknya UU No. 2 Tahun 1989 tentang Sistem Pendidikan Nasional, yang mengakui madrasah sebagai bagian dari sistem pendidikan nasional. Kebijakan tersebut membuka akses dan pengakuan yang setara, tetapi juga membawa konsekuensi berupa penyeragaman kurikulum dan menguatnya hegemoni negara. Dengan demikian, perkembangan pendidikan Islam pada masa ini bersifat dialektis: tunduk pada kepentingan politik negara, sekaligus mampu memanfaatkan celah kebijakan untuk memperkokoh posisinya.</p>2026-10-26T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Astuti et al. https://ojs.shafwatulquraniyyah.my.id/index.php/talanoa/article/view/6Mengenali Interaksi Sosial yang Baik di Lingkungan Sekitar dengan Bimbingan Kelompok2026-07-28T13:23:24+00:00Cucum Novianticucum.novianti@gmail.comAenur Rohmahaenurrohmah16@gmail.comAyu Inam Istiqomahayuinamistiqomah@gmail.comFatimah Muyasarohfatimahmuyasaroh@gmail.comHarni Darmajatiharnidarmajati@gmail.comSekar Zahrotul Maulidiahsekarzahrotulmaulidah@gmail.com<p>Interaksi sosial merupakan salah satu aspek penting dalam kehidupan peserta didik karena berperan dalam proses penyesuaian diri, komunikasi, dan pembentukan hubungan yang harmonis dengan lingkungan sekitar. Namun, masih terdapat peserta didik yang mengalami kesulitan dalam memahami dan menerapkan bentuk-bentuk interaksi sosial yang baik. Oleh karena itu, diperlukan layanan yang dapat membantu peserta didik meningkatkan pemahaman mengenai pentingnya interaksi sosial yang positif. Kegiatan ini bertujuan untuk membantu peserta didik mengenali interaksi sosial yang baik di lingkungan sekitar melalui layanan bimbingan kelompok. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, dokumentasi, dan diskusi kelompok. Pelaksanaan bimbingan kelompok dilakukan melalui tahap pembentukan, peralihan, kegiatan, dan pengakhiran. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa peserta didik mampu memahami berbagai bentuk interaksi sosial yang baik, seperti sikap saling menghormati, kerja sama, toleransi, empati, dan komunikasi yang santun. Selain itu, peserta didik menunjukkan antusiasme dan partisipasi aktif selama kegiatan berlangsung. Melalui dinamika kelompok, peserta didik memperoleh kesempatan untuk bertukar pengalaman, mengemukakan pendapat, serta belajar menghargai perbedaan. Dengan demikian, layanan bimbingan kelompok terbukti dapat membantu peserta didik mengenali dan memahami pentingnya interaksi sosial yang baik sebagai bekal dalam menjalin hubungan yang positif di lingkungan sekolah maupun masyarakat.</p>2026-07-28T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Novianti et al. https://ojs.shafwatulquraniyyah.my.id/index.php/talanoa/article/view/10Analisis Sistem Kurikulum dan Metode Pembelajaran pada Lembaga Pendidikan Islam Masa Dinasti Utsmaniyyah2026-10-26T12:11:46+00:00Azizah Turohmah2503020034@students.unis.ac.idFatimah Tuzahrah2503020021@students.unis.ac.idMuhammad Fawwaz Mumtaz2503020038@students.unis.ac.id<p>Artikel ini menganalisis sistem kurikulum dan metode pembelajaran pada lembaga pendidikan Islam masa Dinasti Utsmaniyyah, dengan perhatian pada madrasah (medrese), sekolah dasar (sıbyan mektebi), dan sekolah istana (Enderun). Kajian dilakukan melalui studi pustaka kualitatif dengan analisis dokumen terhadap sepuluh artikel yang terbit di jurnal Indonesia pada 2020–2026. Hasil analisis menunjukkan bahwa kurikulum madrasah Utsmani tidak cukup dipahami sebagai daftar mata pelajaran, melainkan sebagai tatanan yang menyatukan ilmu alat, ilmu naqli, dan ilmu rasional, jenjang madrasah yang bermuara pada Sahn-ı Semân, pembiayaan wakaf, dan jalur karier ilmiyye. Metode pembelajarannya bertumpu pada penguasaan teks dari matan ke syarah hingga hasyiyah, dengan mülazamet sebagai mekanisme magang dan pengakuan kompetensi. Analisis kritis memperlihatkan bahwa perbedaan gambaran “hanya agama” dan “terpadu” dalam literatur berasal dari perbedaan periode, jenjang, dan pengertian ilmu umum, serta bahwa sistem karier yang tampak meritokratis sangat dipengaruhi patronase. Pembaruan sejak masa Mahmud II melahirkan dualisme antara sekolah modern dan madrasah. Artikel ini berargumen bahwa narasi kemunduran yang linear perlu diganti dengan pembacaan institusional yang lebih berhati-hati, dan mencatat bahwa literatur Indonesia masih minim bukti primer.</p>2026-10-26T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Turohmah et al.